Akademi Trainer Movement

TENTANG AKADEMI TRAINER MOVEMENT

Akademi Trainer Movement merupakan wadah bagi para Alumni Akademi Trainer yang ingin berkontribusi dengan berbagi ilmu Public Speaking di lingkungannya, terutama di bidang pendidikan. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara alumni Akademi Trainer dengan para pendidik di tempat mereka berpartisipasi. Partisipasi Alumni tersebut dapat dilakukan dengan berbagi ilmu dan pengalamannya di bidang public speaking bersama guru-guru pendidik. Kegiatan ini merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi Alumni Akademi Trainer terhadap Indonesia masih tinggi.

Kegiatan utama Akademi Trainer Movement yaitu berbagi dan memberikan tips & trik terkait dengan Public Speaking untuk para pendidik di berbagai wilayah Indonesia. Value dasar dari kegiatan ini adalah untuk membantu para guru pendidik supaya dapat menyampaikan materi dengan menarik, sistematis dan berpengaruh sehingga pola mengajarnya lebih mudah di terima, asyik dan dapat memberikan dampak positif untuk generasi Indonesia di masa depan.

Mari kita mulai dari dasar, Pendidikan!

LATAR BELAKANG

Berbicara merupakan kebutuhan semua orang, termasuk guru pendidik. Namun tidak semua guru pendidik dapat menyampaikan materi pelajarannya dengan baik. Masih sering kita temui pola mengajar yang satu arah, kurang komunikatif, kurang persiapan, tidak menguasai materi ajar bahkan membosankan untuk anak didiknya (Fitrianingrum, Tanpa Tahun). Menurut riset UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016 memperlihatkan, pendidikan di Indonesia hanya menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang. Sedangkan komponen penting dalam pendidikan yaitu guru menempati urutan ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia. Bahkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015, rata-rata nasional hanya 44,5 jauh di bawah nilai standar 75. Nilai kompetensi pedagodik, yang menjadi kompetensi utama guru pun belum menggembirakan. Masih banyak guru yang cara mengajarnya kurang baik, cara mengajar di kelas membosankan (Yunus, 2017). Berdasar realita ini guru pendidik membutuhkan skill pola mengajar yang baik, dimana salah satunya melalui peningkatan communication skill dan public speaking supaya mampu menerapkan pola ajar yang interaktif, komunikatif, dan aplikatif.

Mengapa cara berbicara atau public speaking itu penting bagi guru?

Pertama, tidak semua siswa dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku atau sumber lainnya. Sehingga guru perlu menjelaskan hal-hal yang dianggap baru oleh siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki keterampilan menjelaskan dengan baik dengan teknik public speaking yang mumpuni. Kedua, keterampilan menjelaskan merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai guru. Menjelaskan pada dasarnya adalah menuturkan suatu materi pelajaran secara gamblang sehingga siswa memahami materi pelajaran. Ketiga, Guru mampu memberi motivasi untuk memberi dorongan, menimbulkan minat dan perhatian siswa, sehingga siswa selalu antusias dan terdorong untuk melakukan hal positif.  Bahkan berdasar penelitian pakar komunikasi, tidak hanya cukup pandai berkata-kata. Karena “Kata-kata hanya menyumbang 7%; suara menyumbang 38%; sementara bahasa tubuh menyumbang 55% bagi kesuksesan berbicara”.

Oleh karenanya, perlu dan butuh sebuah ketrampilan berbicara efektif khusus, serangkaian teknik berbicara yang mumpuni agar kita bisa melakukan itu semua, baik dalam penyampaian pesan, mempengaruhi orang, memotivasi, dan lain sebagainya. Melalui ini Akademi Trainer dan Ikatan Alumni Akademi Trainer menggagas dibentuknya Akademi Trainer Movement “Bangun Indonesia Melalui Bicarayaitu pelatihan public speaking skill untuk tenaga guru atau pendidik di berbagai daerah.

TUJUAN AKADEMI TRAINER MOVEMENT

 

TRAINER RELAWAN

  • Memberi pengalaman trainer relawan dalam men-training guru pendidik
  • Membangun sensitivitas para trainer relawan terhadap realita pendidikan
  • Mengaktivasi semangat trainer relawan untuk giat mengatasi masalah di sekitar kita tanpa harus menunggu orang lain
  • Membangun jejaring antar trainer relawan
  • Membangun interaksi dengan para pendidik dan sekolah

 

GURU PENDIDIK

  • Memperluas wawasan tentang Public Speaking
  • Memberikan motivasi untuk terus memperjuangkan pendidikan di tanah air
  • Meningkatkan skill penyampaian materi guru pendidik secara sistematis dan berpengaruh