Kata Alumni

Speak To Change

Pada awal berkecimpung didunia Public Speaker  saya juga MC. Awal-awal menjadi MC banyak yang terjadi pada saya:

–  Posisi stay dicentre stage.
–  Pandangan lurus kebawah sprt org sholat, alias tak berani menatap audience.
–  Suara parau.
–  Dengkul dan tangan pegang mic gemeter.
– Sekujur tubuh basah oleh keringat dingin. Dan yg paling parah, saat ngemcih 17an di Kelurahan…

Mau nyebut *Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah air*, yg keluar dari mulut malah *Saudara-saudara sebangsa tanah dan sebangsa air* Saat itu julukan MC buat saya adalah *Master of Culun*. Tapi sering berjalan waktu saya semakin mahir berbicara sebagi MC karena saya memetik banyak pelajaran. Diantaranya adalah:

– Menyadari sepenuhnya bahwa utk berbicara didepan banyak orang perlu skill.
– Menganggap gampang segala sesuatu termasuk berbicara dimuka umum adalah sebuah kekeliruan besar.
– Semakin respect dengan para pembicara, termasuk ibu-ibu yg suka ngemci di majelis taklim.

Berangkat dari kesadaran tersebut, mulailah saya mencari-cari training yang khusus membekali diri bagaimana menjadi seorang public speaker.

Alhamdulillah April 2012 jumpa dgn *Wanna Be Trainer* Mas Jamil Azzaini, dan sampai sekarang masih tetap haus akan ilmu tentang Public Speaking. Berikutnya saya juga terus memperkaya kemampuan komunikasi saya dengan belajar ilmu-ilmu komunikasi lainnya salah satunya adalah komunikasi non verbal kharismatis di kelas *Charismatic Body Language* led by Fay Irvanto.

Demikian Manteman, terimakasih atas segala perhatian yang diberikan. Sila dilanjut dan Salam Kharisma.

Desember 7, 2017

Abdul Latif

Menjadi MC Sebangsa Tanah dan Sebangsa Air

Di Bulan Agustus 2017, tanggal 19 -21 Agustus 2017 kita ketemu. Yah, sama-sama ikut berguru langsung dengan kek Jamil di Speak To Change batch 21 waktu itu.

.”Nama saya, Fazar Firmansyah….” memperkenalkan diri saat itu. Awalnya sih, saya agak cuek gitu. Namun dari cara bertutur kata yang halus dan sopan, terlihat setiap pembicaraannya meskipun ringan, tapi isinya sangat berbobot.   Makin enak diajak ngobrol.

. Dari obrolan-obrolan itu, akhirnya kita sepakat menulis buku bareng. Dalam perjalanan menulis itulah, akhirnya akang Fazar menaklukkan hatiku… hehehe…

.Dan kita berdua berhasil benar-benar menerbitkan buku. Sayangnya buku ini enggak dijual kemana-mana. Karena dua buku ini hanya khusus milik kita berdua. Yaitu BUKU NIKAH..

….

Loving you oh my husband ❤

…..

Sri Jayanti Putri

Dari Stc, Akhirnya Dapat Jodoh